Thursday, November 11, 2004

reallifegoeslikethis

reallifegoeslikethis?

Raya, Puasa, Dia dan Banyaknya Hal Dalam Kepala



Di mana aku?

Di Johor Bahru.

Di mana kampung aku?

Di Kuala Terengganu.

Lalu kenapa kau di sini,bukan di situ?

... Aku tak tahu.


_______________________________________________________________


Kalian beralasan. Seribu.

Ok lah, tambah satu lagi. Seribu Satu.

Tapi kalian tetap salah. Kalian silap. Kalian tak dapat hasil kalian hendak.

Kerna apa?

Kerna kalian benar-benar salah / keadaan menjadikan kalian salah?


__________________________________________________________________


Aku kata cinta itu tanggungjawab.

Aku tak sanggup tanggung. Kau tahulah kenapa..

Kerna aku tak sanggup jawab.

__________________________________________________________________

Kau mabuk, kau rasa resah, kau mengeluh.

Cinta, cinta, cinta.

Suci, murni, tulus.

(Lalu usahlah dekat dengan aku, kerna aku akan kata: Orang mabuk memang begitu.)


_________________________________________________________________

Aku mahu bergerak,
macam air sungai,
lurus,laju dan nyaman.

Aku tak mahu bertakung,
macam air longkang,
busuk, kotor dan pening.


My_theory
Johor Bahru-Kuala Terengganu
10 November 2004
2200


________________________________________________________________________________________


Mahu tulis apa?
Segala-gala.

Bila?
Pada waktunya, masa jiwa tenang,
Fikiran lapang, senyum riang.

Kenapa?
Kerna aku sudah ada tujuan,
hidup.



"... Blog adalah perlambangan mencari diri saya. Saya mencari siapa saya di sini. Saya bermeditasi di sini. Lari ke sini. Blog adalah ubat jiwa saya.

Saya bermula dengan www.upsaid.com/cillc. Saya bermula di saat dunia mengatakan itulah akhir saya. Saya bermula dalam awan-awangan. Dalam harapan. Saya bermula dengan cerita Yusof Haslam; bahawa hero hidupnya indah selepas selesai menghadapi masalah.

Di upsaid.com/cillc, saya menjumpai ramai teman-teman. Sejati. Kenal saya daripada diri. Di upsaid.com/cillc, saya didewakan, diangkat, diherokan. Saya jadi model, contoh, dewa, mujur saja saya tidak dituhankan.

Saya jadi keliru. Kalau sempurna benar saya, kenapa payah juga yang datang menimpa-nimpa? Kalau ujian itu demi kesabaran dan kebijaksanaan.. Maka masih dangkalkah saya?


........ (ia akan disambung, bilamana ia perlu disambung)

1 Comments:

At 8:22 AM, Anonymous Anonymous said...

Looking for information and found it at this great site... Mictalyn neurontin

 

Post a Comment

<< Home